Sumber asli: somadmorocco.blogspot.com
Hadits Bersalaman dan Bersalaman Setelah Shalat
عَنْ قَتَادَةَ قَالَ قُلْتُ لأَنَسٍ أَكَانَتِ الْمُصَافَحَةُ فِى أَصْحَابِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ نَعَمْ
Qatadah bertanya kepada Anas: "Apakah bersalaman itu ada pada shahabat Rasulullah?" Ia menjawab: "Ya". (HR. al-Bukhari).
Keutamaan Bersalaman:
مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا
"Dua orang muslim bertemu, bersalaman, Allah mengampuni mereka berdua sebelum keduanya berpisah". (HR. at-Tirmidzi).
تَصَافَحُوا يَذْهَب الْغِلّ
"Bersalamanlah kamu, karena bersalaman itu menghilangkan hasad dengki". (Riwayat Imam Malik).
Bersalaman Setelah Shalat:
Imam Nawawi: Hukum asal bersalaman adalah Sunnah, melazimkannya pada waktu tertentu tidak mengeluarkannya dari hukum asal Sunnah.
Mufti al-Azhar Syekh 'Athiyyah Shaqar: Bersalaman setelah shalat tidak haram, termasuk anjuran bersalaman ketika bertemu. (Fatawa al-Azhar, juz.8, hal.477).


