SOMADMOROCCOKumpulan Fatwa Ustadz Abdul Somad
IBADAHAQIDAH

Mencium Hajar Aswad

Somad Morocco·3 min read
Mencium Hajar Aswad

Sumber asli: somadmorocco.blogspot.com

Mencium Hajar Aswad

Ada seseorang dari kelompok kajian kebatinan yang menyebarkan klaim palsu tentang alasan umat Islam mencium Hajar Aswad. Klaim tersebut sama sekali tidak berdasar dan merupakan penghinaan terhadap ibadah umat Islam.

Mengapa Umat Islam Mencium Hajar Aswad?

Umat Islam mencium Hajar Aswad semata-mata karena mengikuti Sunnah (contoh) Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Sahabat yang mulia, Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, pernah berkata kepada Hajar Aswad:

إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

"Sungguh aku tahu bahwa engkau hanyalah batu yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Hakikat Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah batu-batu kecil yang diikat dengan besi dan pengikat batu. Bentuknya saat ini sudah berubah dari bentuk aslinya karena berbagai peristiwa sepanjang sejarah, termasuk kebakaran dan peristiwa Qaramithah yang mencuri Hajar Aswad selama bertahun-tahun.

Mencium Hajar Aswad adalah ibadah yang mengikuti sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, bukan karena alasan lain. Bagi yang tidak dapat menciumnya karena kepadatan jemaah, cukup mengisyaratkan (melambaikan tangan) ke arahnya saat melewatinya dalam thawaf.

Bagi siapa pun yang menyebarkan klaim palsu tentang Hajar Aswad, hendaklah bertaubat dan mempelajari Islam dari sumber yang benar dan terpercaya.