Sumber asli: somadmorocco.blogspot.com
Mengakhirkan Shalat Isya'
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ أَنْ يُؤَخِّرُوا الْعِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ أَوْ نِصْفِهِ
"Kalaulah bukan karena memberatkan bagi ummatku, pastilah aku perintahkan mereka menunda shalat Isya' hingga sepertiga atau setengah malam". (HR. at-Tirmidzi).
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَعْتَمَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ لَيْلَةٍ حَتَّى ذَهَبَ عَامَّةُ اللَّيْلِ وَحَتَّى نَامَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ
Dari Aisyah: "Pada suatu malam Rasulullah Saw mengakhirkan shalat Isya' hingga sebagian besar malam telah berlalu dan hingga jamaah telah tertidur". (HR. Muslim).
Imam at-Tirmidzi: Ini pendapat yang dipilih mayoritas ulama dari kalangan shahabat dan tabi'in. Demikian menurut Imam Ahmad dan Imam Ishaq.



