Sumber asli: somadmorocco.blogspot.com
Shalat Witir 2 : 1, Adakah Dalilnya?
Banyak yang bertanya tentang cara shalat Witir dengan memisahkan dua rakaat (syaf') dan satu rakaat (witir), masing-masing dengan salam tersendiri. Apakah ada dalilnya?
عن ابن عمر رضي الله عنهما أنه كان يفصل بين شفعه ووتره بتسليمة ، وأخبر أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يفعل ذلك
"Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma memisahkan antara shalat syaf' (dua rakaat) dan witirnya (satu rakaat) dengan satu salam. Dan beliau mengabarkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga melakukan hal itu."
Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani berkata dalam Fath al-Bari (2/482): "Isnadnya kuat".
Keterangan Ulama
Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid menjelaskan:
وهذا الحديث يدل على أن المراد بالشفع الركعتان قبل ركعة الوتر
"Hadits ini menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan syaf' adalah dua rakaat sebelum satu rakaat witir."
Cara Lain: Witir 3 Rakaat Satu Salam
Adapun cara witir tiga rakaat dengan satu salam juga memiliki dalil:
ما رواه الحاكم من حديث عائشة أنه كان - صلى الله عليه وسلم - يوتر بثلاث لا يقعد إلا في آخرهن
"Diriwayatkan oleh al-Hakim dari hadits Aisyah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat witir tiga rakaat, tidak duduk (tasyahud) kecuali di akhirnya."
وروى النسائي من حديث أبي بن كعب نحوه ، ولفظه يوتر بسبح اسم ربك الأعلى وقل يا أيها الكافرون وقل هو الله أحد ولا يسلم إلا في آخرهن
"Dan diriwayatkan oleh an-Nasa'i dari hadits Ubay bin Ka'ab yang serupa. Dengan lafazh: Beliau shalat witir dengan membaca Surah al-A'la di rakaat pertama, Surah al-Kafirun di rakaat kedua, dan Surah al-Ikhlas di rakaat ketiga. Dan tidak salam kecuali di akhir."
Maka kedua cara tersebut — witir 2+1 dengan dua salam, maupun witir 3 rakaat dengan satu salam — keduanya memiliki dalil shahih dan boleh diamalkan.



