Sumber asli: somadmorocco.blogspot.com
ABI = Paman Saya: Kajian Bahasa Arab
Artikel ini merupakan jawaban atas kritik seorang komentator radio berinisial "AZ" yang mempermasalahkan penggunaan kata "Abi" (ayah) untuk menyebut paman.
Dalil dari Al-Qur'an
Dalam Al-Qur'an, Surah al-Baqarah ayat 133, Allah Swt berfirman:
أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ
"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?' Mereka menjawab: 'Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq'". (Qs. al-Baqarah [2]: 133).
Perhatikan bahwa Ismail disebut sebagai "Ab" (ayah/bapak) padahal ia adalah paman Ya'qub, bukan ayahnya. Ayah Ya'qub adalah Ishaq, sedangkan Ismail adalah saudara Ishaq (paman Ya'qub).
Pendapat Para Ulama
Para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas, Abu al-'Aliyah, dan Muhammad bin Ka'ab al-Qarzhi menegaskan bahwa penggunaan kata "Ab" untuk paman adalah hal yang sudah lazim dalam bahasa Arab.
Az-Zabidi dalam kitab Taj al-'Arus menjelaskan bahwa orang Arab sering menggunakan kata "Abu" (ayah) untuk paman sebagai bentuk penghormatan dan tradisi kebahasaan yang sudah mapan.
Fatwa Lajnah Daimah
Lajnah Daimah (Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa) Arab Saudi menyatakan bahwa penggunaan ini diperbolehkan karena merupakan "bentuk penghormatan dan pemuliaan".
Kesimpulan
Penggunaan kata "Abi" untuk paman memiliki dasar yang kuat dari:
- Al-Qur'an (Surah al-Baqarah: 133)
- Tradisi bahasa Arab yang sudah mapan
- Pendapat para ulama salaf
- Fatwa lembaga fatwa resmi
Maka kritik terhadap penggunaan ini menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap bahasa Arab dan ilmu tafsir.


