Sumber asli: somadmorocco.blogspot.com
Komentar Terhadap Risalah Hj. Shaari Hj. Mohd. Yusof
Artikel ini merupakan kritik ilmiah terhadap manuskrip berjudul "Ilmu Ma'rifat Tok Kenali Kelantan" yang ditulis oleh H. Shaari H. Mohd. Yusof.
1. Sanad yang Tidak Jelas
H. Shaari mengakui pada halaman 20 bahwa "nama murid Tok Kenali ini... kami keturunan Tok Awang tidak ingat." Ini menunjukkan bahwa silsilah ilmu (sanad) yang diklaim tidak dapat dipertanggungjawabkan.
2. Mengutip Hadits Palsu
H. Shaari menyebutkan beberapa kalimat sebagai hadits Nabi, padahal bukan. Contohnya, kalimat "Kenalilah dirimu, niscaya kamu akan mengenal Tuhanmu" (Man 'arafa nafsahu faqad 'arafa Rabbahu). Kalimat ini sebenarnya berasal dari Yahya bin Mu'adz ar-Razi, bukan hadits Nabi. Hal ini sudah dijelaskan oleh para ulama seperti Imam as-Suyuthi.
3. Menolak Sumber-Sumber Islam
H. Shaari menyatakan bahwa "mengenal Allah tidak datang melalui bimbingan guru, malaikat, atau Al-Qur'an." Pernyataan ini bertentangan langsung dengan ajaran dasar Islam tentang wahyu dan transmisi ilmu melalui para ulama.
4. Takwil yang Problematik
Manuskrip tersebut menafsirkan referensi Al-Qur'an tentang anjing dan babi secara metaforis, bukan literal. Ini bertentangan dengan fikih Islam tradisional tentang hewan-hewan tersebut.
Kesimpulan
Posisi-posisi doktrinal dalam manuskrip ini menyerupai kelompok-kelompok Sufi heterodoks yang telah diperingatkan oleh Imam al-Ghazali — mereka yang mengklaim pengetahuan spiritual tingkat tinggi sambil meninggalkan kewajiban-kewajiban Islam konvensional.
Umat Islam wajib berhati-hati dengan ajaran-ajaran yang menyimpang dari Al-Qur'an dan Sunnah, dan hendaknya merujuk kepada ulama yang terpercaya dalam mempelajari ilmu agama.



